• Kontak Kami
  • Hotline : 02518248742
  • SMS : 085601979111
  • BBM : 7EEF8426

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Artikel Terbaru » Jenis Jenis Kefir dan Manfaatnya

Jenis Jenis Kefir dan Manfaatnya

Diposting pada 24 April 2016 oleh SusuKefirStore

Kefir Prima

Varian Kefir

Susu Kefir adalah salah satu hasil permentasi susu seperti Yoghurt dan Yakult. Perbedaannya terletak pada bakteri yang menjadi starter permentasinya. dari segi bakteri yang digunakan Kefir menngunakan sekitar 60 jenis mikro flora yang berguna (benefical bacteria/yeast). Karena ini pula Kefir disebut dengan julukan YOGHURT SUPER. Kefir pertama kali dikonsumsi oleh masyarakat penunungan di daerah kaukakus. Mereka mengkonsumsi kefir selama berabad abad. Susu kefir sendiri saat ini mulai dikenal banyak oleh orang yang ada di Indonesia, padahal secara sosialisasi telah dilakukan oleh para penggiat/pembuat kefir tahun-tahun kebelakang. Nama Kefir dikenal secara luas dengan adanya para artis yang diberitakan suka mengkonsumsi kefir, serta adanya sosial media yang begitu cepat pemberitaan, terlebih dengan adanya produk masker dari bahan kefir yang di pakai para artis. Selain itu juga Komunitas Kefir Indonesia yang telah lama berdiri menjadi ujung tombak mensosialisasi tentang kefir kepada masyarakat sekitar. Anggota Komunitas Kefir Indonesia yang mengikutinya di laman facebook semakin hari semakin banyak. Dalam sosialisasinya Komunitas Kefir Indonesia telah membagikan jenis-jenis kefir dan manfaatnya berdasarkan produk turunannya dengan tujuan menyamakan persepsi setiap orang, berikut varian atau jenis kefir yang saat ini dianut bagi masyarakat di Indonesia :

Kefir Optima (O)

Susu Kefir ini merupakan hasil proses fermentasi normal, dimana curd dan Whey nya tidak dipisahkan. Kefir ini yang umum digunakan dan dibuat di rumah-rumah sebagai konsumsi Kefir sehari-hari. Kefir Optima bisa menggunakan Kefir Prima ataupun Kefir Optima lagi sebagai starter (bibit praktis). Namun penggunaan bibit praktis ini tidak dianjurkan untuk lebih dari 3 kali pengulangan (sampai dengan bibit F3), karena kualitasnya mengalami penurunan Apabila kualitasnya ingin stabil, gunakan Kefir Prima yang pembuatannnya menggunakan Kefir Grains. Jadi berupa Mother Culture (Biakan Induk yaitu turunan pertama pembuatan dengan Kefir Grains atau juga disebut dengan F1). Volume Kefir Grains yang diperlukan berkisar antara 3% – 5% dari volume susu. Sedangkan waktu fermentasinya berkisar antara 30 jam sampai 48 jam. Bila menggunakan bibit praktis (Kefir Prima F1), dibuat dengan perbandingan 1 : 7, yaitu satu bagian bibit praktis dengan 7 bagian susu murni. Penyaringan untuk memisahkan Kefir dengan Kefir Grains dapat dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama gunakan saringan kasar dengan lubang berdiameter sekitar 2 mm agar mudah untuk memisahkan Kefir Grain dari cairannya. Selanjutnya pada penyaringan tahap kedua digunakan saringan halus agar teksturt Kefir yang dihasilkan cukup halus dan enak untuk dikonsumsi. Bila menggunakan bibit praktis, tidak diperlukan penyaringan, kecuali diinginkan tekstur Kefir yang lebih lembut. Untuk ini digunakan saringan yang halus. Bila ingin membuat Kefir dengan bibit dari hasil proses ini, sebelum diaduk untuk yang terakhir, pisahkan dulu bagian yang kental seperlunya untuk digunakan sebagai bibit praktis.

Kefir Prima (P)

Kefir ini mengandung probiotik yang maksimal, curd dari susu semuanya ada disini. Cocok disajikan sebagai minuman segar  dengan gizi paling lengkap. Untuk susu sapi kualitas standard (BJ 27), Volume Kefir Prima yang bisa diperoleh adalah sekitar 60%. Sesanya berupa Kefir Whey (Kefir Bening) dipisahkan untuk dikonsumsi sebagai Kefir Whey, dengan volume sekitar 40%. Sedangkan untuk susu kambing (standar BJ=32), bisa diperoleh sampai 80%. Untuk susu kambing, perbedaan antara Kefir Optima Kambing dengan Kefir Prima Kambing tidak terlalu menyolok, sehingga cenderung untuk tidak dipisahkan saja, dan seluruhnya menjadi Kefir Susu Kambing (tanpa menyebut Optima atau Prima). Konsekuensinya, Kefir Bening Kambing jadi tidak diproduksi. Kebutuhan Kefir Grainsnya sama dengan pada pembuatan Kefir Optima. Kefir Prima juga dapat dibuat dengan menggunakan bibit praktis (Kefir Prima itu sendiri).

Kefir Prima ini beraroma asam sedang, yang secara umum dapat diterima oleh setiap orang, sehingga baik disajikan sebagai minuman yang menyegarkan. Kefir ini cukup kental, karena pada saat produksi, bagian yang bening dipisahkan menjadi produk tersendiri, yaitu Kefir Bening (Kefir Whey/W). Untuk memisahkan curd dengan whey (diambil sekitar 40%), bisa menggunakan selang kecil, atau bagian wadah fermentasi dilubangi di pinggir bagian bawah untuk mengeluarkan whey sampai diperoleh volume whey yang ingin dipisahkan. Proses penyaringan Kefir Prima (setelah sebagian whey diambil), sama dengan proses pada Kefir Optima. Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, dan peningkatan kebugaran. Kefir Prima dibuat dengan menggunakan Kefir Grains 3% – 5%, dengan waktu fermentasi antara 30 sd 48 jam. Kefir Prima yang dibuat dengan Grains ini disebut juga “Biakan Induk” (Mother Culture), yang dapat digunakan untuk membuat Kefir lagi (sebagai starter), dengan perbandingan antara 10% – 15%.

KEFIR MEDIKA (M)

Kefir Medika mempunyai aroma dan rasa asam yang tajam. Kefir ini mempunyai efek pengobatan yang kuat. Konsumsi Kefir ini sebaiknya diikuti dengan konsumsi makanan berserat. Kefir jenis inilah yang digunakan untuk menunjang pengobatan tuberculosis di sanatorium Rusia, karena mempunyai efek antibiotika yang kuat. Cocok untuk mengatasi penyakit infeksi seperti hepatitis, DBD, Herpes dsb. Ekstrak Kefir ini digunakan sebagai bahan untuk membuat obat luar, seperti untuk mengobati sengatan matahari, dan untuk beberapa jenis infeksi kulit, seperti eksim, kutu air dan sejenisnya. Kefir ini juga digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kosmetika, seperti cleansing cream, foundation, anti ketombe dsb.  Kefir Medika dibuat dengan menggunakan Kefir Grains dengan perbandingan sekitar 2% dengan waktu fermentasi antara 48 – 72 jam. Hasilnya tidak dipisahkan antara curd dengan whey/beningnya.

Kefir Bening / Whey Kefir (W)

Kefir Bening terbuat dari whey yang terbentuk pada saat proses pembuatan Kefir. Kefir ini dikenal di Indonesia sebagai obat diabetes. Kefir Bening merupakan minuman isotonik dengan kualitas SUPER, karena paling sesuai dengan cairan tubuh manusia dan hewan pada umumnya. Whey Protein yang terkandung di dalamnya digunakan oleh olahragawan untuk pembentukan otot. Untuk penderita diabetes, Kefir ini sekaligus berfungsi sebagai asupan insulin, karena seperti kita ketahui, insulin yang digunakan oleh penderita diabetes juga ada yang berasal dari insulin sapi. Kefir ini sangat cepat mengatasi dehidrasi, baik akibat panas, keluar keringat berlebihan maupun sebagai pengganti oralit, karena lebih bagus dan seimbang daripada oralit.Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan asinan (sauerkraut) dan pengganti cuka dapur yang aman terhadap iritasi lambung. Kefir Bening dibuat bersamaan dengan Kefir Prima, yaitu bagian yang dipisahkan dari bagian bawah.

Volume yang bisa diperoleh sekitar 40% sampai 70% dari bahan baku (susu sapi) kualitas standar. Kefir Bening yang bagus untuk dikonsumsi adalah yang tidak terlalu asam, yaitu dengan proses fermentasi antara 24 – 30 jam. Sementara yang sudah sangat asam, bagus untuk kebutuhan obat luar (antiseptik/douche) atau kosmetika (toner/face tonic).

Kefir Kolostrum (K)

Susu Kefir ini dibuat dari Kolostrum perahan 16 jam dari saat sapi/kambing melahirkan perahan pertama dan kedua). Kefir Kolostrum memiliki daya pengobatan paling tinggi. Kefir Kolostrum memerlukan Kefir Grains yang 3 – 5 kali lebih banyak. Jadi untuk 1 liter Kolostrum diperlukan sekitar 200 gram Kefir Grains. Pembuatan Kefir Kolostrum memerlukan dua tahapan proses, yaitu tahap pertama dengan fermentasi pada suhu ruang selama 2 x 24 jam. Pengadukan dilakukan setiap 12 jam. Setelah 48 jam, dilakukan penyaringan. Tahap kedua adalah proses pematangan (ripening). Kefir Kolostrum hasil tahap pertama disimpan di lemari pendingin (8 – 12 derajat C) selama 3 x 24 jam, dengan pengadukan setiap 24 jam. Setelah proses ripening selesai, Kefir Kolostrum siap dikonsumsi.

Kefir Prima Super (PS)

Kefir Prima Super adalah Kefir Prima dengan tambahan 15% Kefir Kolostrum. Lebih praktis, lebih hemat dengan khasiat yang paling optimal untuk segala macam gangguan penyakit dalam maupun untuk kebugaran. Kefir Prima Super dapat dibuat sejak awal, yaitu dengan mencampurkan 1 liter susu murni ditambah 150 cc Kolostrum, kemudian difermentasi. Bisa juga dengan mencampurkan Kefir Prima yang sudah jadi dengan 15% Kefir Kolostrum. Bila pencampuran susu dan Kolostrum dilakukan sejak awal proses fermentasi, diperlukan Kefir Grains antara 7 – 10%. Volume Kefir Prima Super yang bisa dihasilkan sekitar 70% dari bahan. Sebagai tambahan, disini juga dihasilkan Whey yang juga bisa disebut dengan Whey Super, yang secara signifikan memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dari whey susu, khususnya Whey Proteinnya. Whey Protein ini bermanfaat untuk proses pembentukan otot olahragawan.

Kefir Cream

Ini adalah curd Kefir, yaitu Kefir yang sangat kental. Merupakan makanan dengan gizi yang sangat tinggi. Juga digunakan sebagai bahan kosmetik atau salep setelah ditambah dengan bahan-bahan lain, seperti minyak zaitun, madu, extrak lidah buaya dsb. Volume Kefir Cream yang bisa diperoleh adalah sekitar 28% – 35% dari volume susu. Nilai gizinya juga sangat tinggi, sekitar 3 kali lipat dari Kefir Optima, atau sekitar 1500 kalori per liter. Kadar air Kefir Cream berkisar 65%. Untuk membuat Kefir Cream, diperlukan Kefir Grains 50 gram dan 100 cc Kefir Prima untuk setiap 1 liter susu. Setelah 24 jam, lakukan penyaringan, dan hasil saringan dibiarkan di suhu ruang lagi. Untuk kebutuhan konsumsi, Kefir Cream cukup 36 – 48 jam saja. Kefir Cream untuk konsumsi ini diperoleh sekitar 40% dari volume susu. Untuk kebutuhan Kefir Kosmetik, fermentasi tahap kedua bisa berlangsung 2 x 24 jam lagi. Tidak boleh dilakukan pengadukan agar whey bisa lebih terkumpul di bagian bawah. Setelah total 4 x 24 jam, curd yang dihasilkan simpan di saringan atau di kain linen, selama 24 jam lagi di suhu ruangan agar diperoleh Kefir Cream yang sangat kental. Kefir Cream yang sangat kental ini volumenya sekitar 30% dari bahan.

Kefir Soya

Kefir Soya terbuat dari 70% susu kedelai dan 30% susu sapi. Kefir ini mengandung lecithin, yang berguna untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Direkomendasikan juga untuk yang membutuhkan seluruh manfaat susu dan kedelai, yaitu yang menderita diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi serta yang kurang suka aroma susu. Digunakan Kefir Grains pada campuran susu tersebut dengan perbandingan 5 – 8%, waktu fermentasi 48 jam.

Varian/jenis produk Kefir ini masih bisa bertambah, mengikuti kreativitas para Kefir Maker Indonesia. (Penggiat Kefir)   Salam Sehat Bersama Kefir Susu Kefir Store

Pencarian dari Google:

Bagikan informasi tentang Jenis Jenis Kefir dan Manfaatnya kepada teman atau kerabat Anda.

Jenis Jenis Kefir dan Manfaatnya | Susu Kefir Store

Belum ada komentar untuk Jenis Jenis Kefir dan Manfaatnya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 100.000
Ready Stock / NKBP
Rp 105.000
Ready Stock / NKBL
Rp 60.000
Ready Stock / NKKCAD
SIDEBAR