• Kontak Kami
  • Hotline : 02518248742
  • SMS : 085601979111
  • BBM : 7EEF8426

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Membuat Masker Kefir Sendiri

Cara Membuat Masker Kefir Sendiri

Diposting pada 29 April 2016 oleh SusuKefirStore

Kefir Kosmetik

Merupakan kosmetik natural dengan berbahan dasar dari kefir. Saat ini kefir kosmetik terutama masker kefir mulai banyak dikenal kebanyakan orang, karena bahannya yang alami yang membuat aman bagi kulit serta banyaknya testimoni yang baik para pengguna masker kefir ini, walaupun pada awal pemakaian sering terjadi efek detok terutama bagi orang-orang yang menggunakan krim atau kosmetik yang berbahan kimia sebelumnya.

kefir cream

cream kefir bahan dasar masker kefir

Bahan dasar kefir kosmetik (masker kefir) adalah kefir cream, pembuatannya sama dengan pembuatan susu kefir konsumsi, hanya proses penyaringan curdnya lebih lama untuk mematangkan bahan. Curd yang telah dipisahkan dengan whey dan disaring menggunakan kain linen atau kain untuk saringan tahu pada suhu ruang selama 1 sampai 2 kali 24 jam setelah panen awal (panen awal 48 jam permentasi). setelah disaring disuhu ruang, proses penyaringan dilakukan di dalam kulkas selama 24 jam agar didapat sedikit mungkin kandungan wheynya. Baru di tambah bahan lain sesuai kebutuhan, diaduk sampai merata dan didiamkan di suhu ruang, cream kefir yang telah dicampur menjadi masker kefir atau lulur kefir (kefir kosmetik) akan bereaksi dengan adanya pengembangan, setelah itu kefir kosmetik (masker kefir) akan menyusut kembali ke bentuk semula, baru dimatangkan selama 24 jam didalam kulkas, setelah itu kefir kosmetik bisa digunakan. Berikut paparan yang menunjang mengenai kefir kosmetik termasuk bahan campuran untuk pembuatan masker kefir.

proses pembuatan masker kefir

proses penyaringan untuk buat masker kefir

Mengenal Kulit Wajah.

Kulit, terutama kulit wajah, mencerminkan kondisi kesehatan fisik maupun kesehatan mental kita. Kulit bisa menjadi kering kusam atau mengeluarkan minyak sehingga tampak berkilat pada saat kita sakit, kurang tidur, minum obat-obatan tertentu, stress, gangguan hormonal atau kelelahan. Karena itu, untuk memperoleh kulit yang segar, harus dimulai dengan perbaikan organ dalam terlebih dahulu. Yang terdepan tentunya pencernaan harus baik. Ini ditandai dengan BAB yang lancar dan teratur, serta tampilan buangan (tinja dan air seni) yang “baik dan benar”, baik dari sisi tekstur, warna maupun baunya.

Perbaikan fungsi pencernaan merupakan “prioritas” bagi Kefir untuk disempurnakan. Pilihan jenis makanan yang tepat serta olahraga yang memadai menjadi pendukung utamanya. Dengan demikian, hal pertama yang harus diperhatikan bila ada hal yang tidak sesuai harapan, tanyakan apakah kondisi pencernaan sudah baik atau belum? Kalau pencernaan belum baik, bersabar dulu untuk mencari penyebab gangguan kulit wajah, prioritaskan perbaikan pencernaan.

Kefir Prima atau Optima saja sudah cukup. Ini bisa cuma beberapa hari, tapi bisa sampai beberapa bulan…..

Mari kita lihat kulit kita. Secara garis besar faktanya adalah :

  • Kulit merupakan “organ” besar. Berat kulit manusia dewasa berkisar antara 3 – 4 kg (tanpa lemak). Umur sel kulit berkisar antara 20 hari – 1 bulan lebih.
  • Dalam setiap inci persegi (6,5 cm2) kulit manusia terdapat sekitar 650 kelenjar keringat, 20 pembuluh darah, 60 ribu sel pembentuk pigmen dan lebih dari 1.000 ujung syaraf.
  • Bakteri normal (friendly bacteria) pada kulit sekitar 1 trilyun, atau sekitar 300 juta per inci persegi, dan terdiri atas lebih dari 1.000 jenis.

Sekarang mari kita fokus pada bakteri dan wajah kita.

  • Pada kondisi optimal, bakteri dapat membelah diri (lipat dua) antara 20 menit sampai 2 jam.
  • Pada saat kurang makanan, bisa “tidur”, dan bertahan antara 6 bulan sampai satu tahun.
  • Antiseptik dapat membunuh bakteri secara efektif dalam hitungan menit.
  • Wajah kita secara rata-rata, dalam keadaan normal, mengandung lebih dari 10 milyar bakteri.
  • Dari wajah saja, setiap hari ada sekitar 1 – 2 gram kulit yang mati, termasuk di dalamnya bakteri yang sudah mati dan tercampur lemak serta tambahan debu yang menempel.

Sementara itu, jerawat/acne (bedakan dengan pimples dan komedo yang merupakan kantung lemak) adalah peradangan akibat adanya bakteri jahat yang merajalela. Tampaknya uraian ini sudah mulai ribet, walau saya berusaha semaksimal mungkin menggunakan pemahaman yang sederhana. Tapi untuk paham, keribetan ini harus sedikit muncul, karena kulit wajah sering dianggap paling penting.

Bagaimana umumnya kita memperlakukan wajah kita :

  • Umumnya kita membersihkan kulit muka dengan antiseptik (antara lain alkohol) yang membunuh bakteri tanpa pandang bulu. Maka kulit akan menjadi “bersih” dari segala flora, seperti tiadanya tanaman di padang pasir.
  • Foundation (alas bedak) dan bedak yang merupakan partikel inert (“mati”) ditambah debu dari luar dan sekresi minyak dari kelenjar kulit, menyumbat pori-pori sehingga kulit susah bernafas dan berbagai kelenjar menjadi tersumbat.
  • Gangguan hormonal, stress dsb., ditambah ketiadaan bakteri baik membuat bakteri jahat lebih mudah berkembang biak. Akibatnya jerawat berupa ruam/radang merah sampai jerawat batu lebih mudah timbul.

Sebenarnya Tuhan sudah mempersiapkan perangkat untuk menjaga wajah kita agar tetap bersih. “Cuci muka” lima kali sehari, apalagi ditambah dhuha dan Tahajud, bisa tujuh kali sehari membasuh muka. Dalam keadaan normal, ini saja sudah mencukupi.

Reaksi Herx.

Ketika pertama kali menggunakan masker Kefir sebagai masker, cleansing cream ataupun foundation, maka seringkali sensasi yang tidak nyaman muncul. yang paling ringan adalah sekedar gatal seolah dikerubuti semut yang sangat kecil. Berikutnya bisa muncul ruam, beruntus atau sebaran infeksi (seperti jerawat merah) yang makin luas. Efek detoksifikasi selalu terjadi. Secara medis hal ini disebut sebagai Reaksi Jarisch-Herxheimer atau diringkas Reaksi Herx.

Inilah prosesnya :

  1. Kefir Cream merupakan kumpulan berbagai bakteri probiotik disertai juga dengan prebiotik (makanan mikroba). Pada saat kontak dengan kulit yang kondisinya belum terbiasa, bisa muncul gejala alergi, karena kulit merasakan adanya benda asing yang masuk. Rasa gatal merupakan gejala terkecil.
  2. Prebiotik ini juga makanan bagi bakteri jahat yang sudah ada,  sehingga pertumbuhannya menjadi terpicu, sebelum kemudian berkompetisi dan ditekan oleh bakteri baik.
  3. Kadang sistem imun juga menganggap sebagian bakteri ini sebagai benda asing sehingga memicu reaksi imun, dimana antibodi menjadi aktif.
  4. Pada saat bakteri jahat tertekan, dan akan mati, maka bakteri itu akan melepaskan racun (endotoksin) yang dikandungnya sehingga seolah kondisi penyakit makin parah.
  5. Karena itu, setiap pengguna Kefir harus menyadari adanya Reaksi Herx ini, karena dampak yang paling umum adalah kapok dan tidak mau meneruskan lagi. Reaksi Herx ini bisa berlangsung cuma beberapa jam, tapi bisa sampai lebih dari sebulan.

Reaksi ini terutama terjadi karena kecepatan munculnya toksin dan reaksi alergi pada tahap awal tidak bisa diimbangi oleh kemampuan tubuh untuk menetralkan racun itu. Reaksi Herx ini akan makin parah bila penderita kurang gizi, sehingga tidak bisa menanggulangi kemunculan racun. Hal lain yang menjadi sebab adalah salah cara penggunaan dan kondisi tubuh yang belum kondusif (misalnya pencernaan dan metabolisme masih buruk).

Jadi langkah benar dalam menggunakan Masker Kefir adalah dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Pastikan pencernaan, metabolisme dan asupan nutrisi sudah cukup baik.
  2. Bersihkan wajah dengan air hangat kuku sehingga pori-pori cukup terbuka.
  3. Gunakan masker Kefir tipis saja, terutama bila kondisi kulit diperkirakan masih banyak bakteri jahatnya, sehingga Reaksi Herx dapat diminimalkan. Apabila terjadi reaksi Herx yang berlebihan, artinya bakteri jahat tidak bisa disaingi oleh bakteri baik dari Kefir. Terpaksa dibantu dengan antiseptik atau bahkan antibiotika. Toner Kefir juga bersifat antiseptik. Gunakan ini dulu secara intensif sesering mungkin (misal setiap 2 jam) dengan menggunakan sprayer. Bantuan dokter pada saat ini mungkin diperlukan.
  4. Sesudah proses pembersihan selesai, maka boleh langkah berikutnya untuk tujuan mengencangkan kulit dan menjadikan lebih kinclong. Pada saat ini, penggunaan masker yang lebih tebal, dan dibiarkan sampai kering beberapa saat (10 menit sampai 1 jam) sudah bisa dilakukan.

Krim Wajah

Formula ini tidak mutlak, bisa saja disesuaikan dengan kreasi masing-masing, sejauh tidak menggunakan bahan yang bertentangan.

Krim Dasar untuk Wajah.

Untuk digunakan sebagai krim wajah (bahan dasar untuk masker, foundation, cleansing cream, sun-screen dan krim malam), bisa dibuat dahulu Krim Wajah sebagai bahan dasar, dengan komposisi sebagai berikut :

  • 200 gram Kefir Cream
  • 5 gram Epsom Salt (garam Inggris)
  • 10 cc Extra Virgin Olive Oil
  • 5 cc Extra Virgin Coconut Oil
  • 10 – 15 cc Madu Putih.

Semuanya diblender, matangkan di suhu kamar selama 24 jam, blender lagi kemudian simpan di Chiller atau Freezer.

Masker Kefir

Untuk menghasilkan Masker Kefir, tambahkan pada 20 gram Krim Wajah untuk kulit kering 4 tetes Extra Virgin Olive Oil atau Minyak Bulus. Bagus juga ditambahkan alpokat matang 5 gram.

Untuk kulit berminyak, tambahkan lagi Madu Putih 1 sendok teh dan 3 gram (setengan sendok makan) pati bengkoang.

Lakukan pemijatan wajah standar, gunakan selama 15 – 20 menit, lalu bilas dengan air hangat kuku.

Penggunaan Masker cukup seminggu sekali sampai dua kali.

Pembuatan foundation (alas bedak)

1 sendok teh Krim Wajah, tambah beberapa tetes Extra VOO (sesuaikan dengan jenis kulit, makin kering Extra VOOnya lebih banyak. Oleskan tipis di seluruh wajah.

Pembuatan sun-screen (penahan sinar matahari).:

1 sendok makan Krim wajah, beberapa tetes Extra VCO dan 2 cc ekstrak lidah buaya dan 1/2 sendok teh madu putih.

Oleskan pada wajah dan bagian tubuh yang terbuka.

Pembuatan krim malam:

1 sendok teh Krim Wajah ditambah 2 – 3 tetes Minyak Bulus. Untuk kulit kering bisa ditambahkan lagi beberapa tetes Extra VOO.

Gunakan pada malam hari dan paginya bilas dengan air hangat kuku.

Pembuatan Cleansing Cream.

1 sendok makan Krim Wajah. 1/2 sendok teh Epsom Salt (yang ini boleh diganti dengan Garam Himalaya). 1 sendok teh Extra VCO. 1 sendok makan perasan jeruk nipis.

Gunakan dengan proses pemijatan wajah standar selama 3 – 5 menit, bersihkan dengan Kefir Bening (Kefir Face Tonic), dan terakhir bilas dengan air hangat kuku.

Lakukan setiap hari pada sore hari setelah beraktivitas.

Pembuatan Kefir Face Tonic:

1 liter Kefir Whey digunakan untuk merendam 200 gram irisan daging lidah buaya dan 100 gram irisan jeruk nipis (boleh ditambah dengan bunga yang harum seperti kenanga atau mawar) selama 3 – 5 hari. Saring dengan kertas saring. Simpan di kulkas.

Membuat Ekstrak Bengkuang:

Bengkuang yang besar diparut, beri air, remas dan saring. Endapkan beberapa jam, dan hasil endapan adalah ekstrak bengkuang berupa pasta.

Jadi pilihan ditangan anda,mau sehat dan cantik dengan cara alami menggunakan kefir kosmetik atau masker kefir atau masih menggunakan masker dari bahan lain…?

Konsumsi rutin segelas kefir setiap hari akan menambah kulit menjadi lebih muda.

Lihat artikel susu dan manfaatnya bagi manusia untuk lebih menyakinkan kita memulai hidup sehat dengan kefir.

Sumber : Komunitas Kefir Indonesia

Pencarian dari Google:

Bagikan informasi tentang Cara Membuat Masker Kefir Sendiri kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Membuat Masker Kefir Sendiri | Susu Kefir Store

1 komentar untuk Cara Membuat Masker Kefir Sendiri

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
*Harga Hubungi CS
Pre Order / MK100
Rp 150.000
Ready Stock / NKLK
Rp 95.000
Ready Stock / NKEEC
SIDEBAR